PEMBUATAN KALSIUM KARBONAT DARI BITTERN DAN GAS KARBON DIOKSIDA SECARA KONTINYU

Reaktor. 2012;11(1):14-21 DOI 10.14710/reaktor.11.1.14-21

 

Journal Homepage

Journal Title: Reaktor

ISSN: 0852-0798 (Print); 2407-5973 (Online)

Publisher: Diponegoro University

Society/Institution: Diponegoro University

LCC Subject Category: Technology: Chemical technology: Chemical engineering

Country of publisher: Indonesia

Language of fulltext: Indonesian, English

Full-text formats available: PDF

 

AUTHORS

Soemargono Soemargono (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN “Veteran” Jawa Timur Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya 60294)
Mu’tasim Billah (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN “Veteran” Jawa Timur Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya 60294)

EDITORIAL INFORMATION

Blind peer review

Editorial Board

Instructions for authors

Time From Submission to Publication: 2 weeks

 

Abstract | Full Text

<p>Kalsium karbonat&nbsp; yang&nbsp; digunakan&nbsp; dalam&nbsp; industri- industri cat, karet, dan&nbsp; kertas&nbsp; harus&nbsp; mempunyai&nbsp; mutu yang&nbsp; tinggi, terutama &nbsp;kemurnian&nbsp; dan kehalusannya.Untuk itu, Indonesia masih&nbsp; mendatangkan&nbsp; kalsium&nbsp; karbonat murni dari luar negeri dalam jumlah yang cukup besar. Bittern merupakan bahan buangan industri garam yang disebut juga air tua, mengandung senyawa kalsium. Karbon dioksida biasanya berasal dari hasil pembakaran yang masuk ke udara. Kandungannya di udara kecil, tetapi berpotensi sebagai pencemar. Dengan mereaksikan kalsium yang terkandung dalam bittern dengan gas CO<sub>2</sub> akan terbentuk CaCO<sub>3</sub> dalam suasana basa. Pembentukan kalsium karbonat dilakukan dengan proses kontinyu dalam reaktor kolom bersekat miring. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengendapan magnesium dengan larutan ammonia menyebabkan kandungan kalsium ikut terdegradasi. Hasil terbaik yang diperoleh dicapai pada kondisi pH awal, kecepatan alir gas CO<sub>2</sub>, kecepatan alir cairan, dan suhu masing-masing pada 8,7; 2265 mL/menit; 10 mL/menit; dan 303 K, dengan konversi sebesar 38,40%. Produk berupa CaCO<sub>3</sub>, yang diperoleh mempunyai kemurnian sebesar 21,34%.</p>