PALM KERNEL OIL SOLUBITY EXAMINATION AND ITS MODELING IN EXTRACTION PROCESS USING SUPERCRITICAL CARBON DIOXIDE

Reaktor. 2013;14(3):242-246 DOI 10.14710/reaktor.14.3.242-246

 

Journal Homepage

Journal Title: Reaktor

ISSN: 0852-0798 (Print); 2407-5973 (Online)

Publisher: Diponegoro University

Society/Institution: Diponegoro University

LCC Subject Category: Technology: Chemical technology: Chemical engineering

Country of publisher: Indonesia

Language of fulltext: Indonesian, English

Full-text formats available: PDF

 

AUTHORS

Wahyu Bahari Setianto (Center for Agroindustrial Technology, Agency for the Assessment and Application of Technology (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi – BPPT) M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340, Indonesia)
Priyo Atmaji (Center for Agroindustrial Technology, Agency for the Assessment and Application of Technology (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi – BPPT) M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340, Indonesia)
Didi Dwi Anggoro (Department of Chernical Engineering, Diponegoro University, Jl. Prof. Soedharto, Tembalang, Semarang, Indonesia)

EDITORIAL INFORMATION

Blind peer review

Editorial Board

Instructions for authors

Time From Submission to Publication: 2 weeks

 

Abstract | Full Text

<p><em>Application of  supercritical carbon dioxide (SC-CO<sub>2</sub>) to vegetable oil extraction became an attractive technique due to its high solubility, short extraction time and simple purification. The method is considered as earth friendly technology due to the absence of chemical usage. Solubility of solute-SC-CO<sub>2</sub> is an important data for application of the SC-CO<sub>2</sub> extraction. In this work, the equilibrium solubility of the palm kernel oil (PKO) in SC-CO<sub>2</sub> has been examined using extraction curve analysis. The examinations were performed at temperature and pressure ranges of  323.15 K to 353.15 K and 20.7 to 34.5 MPa respectively. It was obtained that the experimental solubility were from 0.0160 to 0.0503 g oil/g CO<sub>2 </sub>depend on the extraction condition. The experimental solubility data was </em><em>well </em><em>correlated with a solvent density base</em><em>d</em><em> model with absolute percent deviation of 0.96.</em></p><p> </p><p><strong>PENENTUAN KELARUTAN MINYAK INTI KELAPA SAWIT DAN PEMODELAN EKSTRAKSI DENGAN KARBON DIOKSIDA SUPERKRITIK.</strong><em> Sehubungan dengan kelarutan yang tinggi, waktu ekstraksi yang pendek dan pemurnian hasil yang mudah, aplikasi karbon dioksida superkritis (SC-CO<sub>2</sub>) pada ekstraksi minyak nabati menjadi sebuah teknik ekstraksi yang menarik. Karena tanpa penggunaan bahan kimia, metode ekstraksi ini dianggap sebagai teknologi yang ramah lingkungan. Kelarutan zat terlarut pada SC-CO<sub>2</sub> merupakan data yang penting dalam aplikasi SC-CO<sub>2</sub> pada proses ekstraksi.  Pada penelitian ini,  kelarutan kesetimbangan dari minyak biji sawit (PKO) dalam SC-CO<sub>2</sub> telah diuji dengan mengunakan analisa kurva proses ekstraksi. Pengujian kelarutan tersebut dilakukan pada rentang suhu 323,15 K sampai 353,15 K dan rentang tekanan 20,7 MPa sampai 34,5 MPa. Hasil analisa menunjukkan bahwa kelarutan kesetimbangan hasil percobaan  PKO pada SC-CO<sub>2</sub> adalah 0.0160 g minyak/g CO<sub>2</sub> sampai 0,0503 g minyak/g CO<sub>2</sub> tergantung pada kondisi ekstraksi. Data kelarutan kesetimbangan hasil percobaan  telah dikorelasaikan dengan baik menggunakan sebuah model kelarutan yang didasarkan pada densiti pelarut. Pemodelan tersebut mempunyai persen deviasi mutlak  0,96. </em></p>