Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin (Periodical of Dermatology and Venerology) (Nov 2019)

Peran Sinar Matahari terhadap Derajat Keparahan dan Progresivitas Penyakit Vitiligo

  • Tuntas Rayinda,
  • Prasta Bayu Putra,
  • Sunardi Radiono,
  • Yohanes Widodo Wirohadidjojo

DOI
https://doi.org/10.20473/bikk.V31.3.2019.116-121
Journal volume & issue
Vol. 31, no. 3
pp. 216 – 221

Abstract

Read online

Latar belakang: Peran sinar matahari dalam vitiligo belum sepenuhnya dipahami. Terapi ultraviolet merupakan salah satu terapi yang efektif untuk vitiligo. Akan tetapi, teori lain mengatakan bahwa peningkatan reactive oxygen species (ROS) yang diinduksi oleh paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan tirosinase dan sensitisasi sel T. Simple 1-week sun exposure recall (S1WSER) merupakan kuesioner yang telah digunakan untuk memprediksi sirkulasi 25-hidroksivitamin D pada ras Kaukasia dengan menghitung jumlah paparan sinar matahari harian. Tujuan: Mengevaluasi peran sinar matahari pada derajat keparahan dan progresivitas penyakit vitiligo. Metode: Sebanyak 22 pasien vitiligo yang menjalani narrow band ultraviolet-B (NBUVB) seluruh tubuh diminta untuk menilai jumlah paparan sinar matahari harian menggunakan S1WSER. Progresivitas penyakit didapatkan dari perbedaan antara nilai Self Assessed Vitiligo Area Severity Index (SAVASI) berdasar kondisi kulit sebelum memulai fototerapi dan kondisi lesi kulit saat ini (ΔSAVASI). Keparahan penyakit didapatkan dari skor Vitiligo Area Scoring Index (VASI) yang dinilai oleh dokter. Hasil: Jumlah area tubuh yang terpapar oleh sinar matahari atau Total Body Areas Exposed by Sunlight (TBAES) dan total skor S1WSER lebih tinggi pada kelompok pasien vitiligo, yang menunjukkan perbaikan setelah foterapi NBUVB dibandingkan kelompok yang tidak mengalami perbaikan (p0.05). Tidak didapatkan korelasi yang signifikan antara skor VASI dan skor total S1WSER, TBAES, atau TTES (p>0.05). Simpulan: Sinar matahari memperlambat progresifitas penyakit vitiligo. Derajat keparahan vitiligo tidak berkorelasi dengan jumlah dan waktu paparan sinar matahari.

Keywords