JKP (Jurnal Keperawatan Padjajaran) (Aug 2017)

Hubungan Karekteristik Perawat pada Program Preceptorship terhadap Proses Adaptasi Perawat Baru

  • Sr. Sofia Gusnia,
  • Nurmaida Saragih CB

DOI
https://doi.org/10.24198/jkp.v1n1.2
Journal volume & issue
Vol. 1, no. 1
pp. 10 – 17

Abstract

Read online

Perawat baru adalah perawat yang memasuki pengalaman baru yang sebelumnya tidak dialami. Transisi shock muncul sebagai pengalaman dari peran yang sudah dikenal yaitu sebagai mahasiswa ke peran yang belum dialami yaitu sebagai perawat pelaksana profesional. Program pembimbingan perawat baru sangat penting untuk mempercepat proses adaptasi. Program preceptorship adalah pendekatan efektif dalam pengajaran klinik, merupakan bagian integral dari orientasi perawat baru. Angka turnover perawat baru tiga tahun terakhir (2007–2009) di RS A adalah antara 37%–59%, di RS B dalam tiga tahun ini (2008–2010) adalah antara 2,6%–14,7%. Di RS C dalam dua tahun ini (2009–2010) adalah antara 14,6%–27%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan program preceptorship dan karekteristik perawat dengan proses adaptasi perawat baru. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian 100 perawat baru. Instrumen digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel karekteristik perawat yang meliputi lama kerja (p=0.004), konflik (p=0.000), strategi koping (p=0.003), self efficacy (p=0.000), dan program preceptorship (p=0.002) berhubungan dengan proses adaptasi. Faktor dominan yang berhubungan dengan proses adaptasi adalah self efficacy dengan nilai odds ratio (OR) 6,68. Program preceptorship dan karekteristik perawat self efficacy (p=0.000), konflik (p=0.003), dan lama kerja (p= 0.003) berhubungan dengan proses adaptasi perawat baru. Manajer keperawatan perlu menyediakan preceptor yang kompeten yang menjadi role model untuk meningkatkan self efficacy perawat baru sehingga membantu proses adaptasi.

Keywords