Sari Pediatri (Nov 2016)

Prevalensi Seropositif Antibodi Anti-rubela pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta: Upaya untuk Menurunkan Angka Kejadian Sindrom Rubela Kongenital

  • Elsye Souvriyanti,
  • Sri Rezeki S Hadinegoro,
  • I Budiman

DOI
https://doi.org/10.14238/sp9.3.2007.157-62
Journal volume & issue
Vol. 9, no. 3
pp. 157 – 62

Abstract

Read online

Latar belakang. Infeksi rubela pada ibu hamil dapat mengakibatkan komplikasi yang serius pada janin. Maka remaja perempuan sebagai calon ibu harus telah mempunyai kadar antibodi anti-rubela yang tinggi. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi seropositif terhadap antibodi anti-rubela pada remaja perempuan sebagai upaya untuk menurunkan angka kejadian sindrom rubela kongenital. Metode. Penelitian deskriptif potong lintang, dilakukan terhadap 97 orang mahasiswi tingkat I dan II Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang dipilih secara konsekutif pada bulan Mei-Juni 2007. Hasil. Usia rerata subjek 18,9 tahun (SD=1,0). Imunisasi MMR didapatkan pada 19 dari 97 subjek penelitian (19,6%). Angka seropositif terhadap antibodi anti-rubela 71 subjek (73,2%) rerata kadar antibodi anti-rubela 159,7 UI/ml (SD = 107,4). Proporsi seropositif antibodi anti-rubela yang diperoleh melalui imunisasi MMR 19 dari 71 subjek (26,8%) nilai rerata kadar antibodi anti-rubela 148,9 UI/ml (SD = 86,4). Proporsi seropositif antibodi anti-rubela yang diperoleh melalui infeksi alamiah 52 dari 71 subjek (73,2%) rerata kadar antibodi anti-rubela 163,6 UI/ml (SD = 114,7). Kesimpulan. Prevalensi seropositif antibodi anti-rubela 73,2%. Imunitas yang ditimbulkan dengan pemberian imunisasi MMR sama dengan imunitas yang diperoleh dari infeksi alamiah.

Keywords