NERS Jurnal Keperawatan (May 2017)
Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis Dengan Metode Single-use dan Reuse di RSPAD Gatot Subroto dan RS PGI Cikini Jakarta
Abstract
Abstract Haemodialysis may impact on various aspects of patients, including: their daily activities, social roles and psychological aspects. The application of re-use and single-use methods of haemodialysis could be resulting in different quality of life of haemodialysis patients. This study aimed to explore quality of life of kidney failure patients undergoing haemodialysis with single-use and re-use methods. This descriptive study used cross sectional approach, recruited 70 kidney failure patients undergoing haemodialysis by consecutive sampling technique. Data collecting used KDQOL-SF 36 questionnaires and medical record, analysis used univariat and bivariate: T-test and chi-square test to determine the relating factors of quality of life. The result revealed that there were 45,7% respondents with single-use method had good quality of life and 34,30% respondents with re-use method had good quality of life. The related factors of quality of life were adequacy (P: 0,001), Hb (P: 0,003), albumin (P: 0,001), blood pressure (P: 0,002), and periode of haemodialysis (P: 0,030). The quality of life among those patients (single-use and re-use method) mostly were poor. It is necessary to evaluate quality of life on these patients regularly and consistently, thus initiate to develop nursing management to increase their quality of life. Keywords : Kidney Failure Patients, Single-use and Re-use Haemodialysis Methods, Quality of Life Abstrak Hemodialisis (HD) dengan metoda single-use dan re-use berdampak terhadap aktivitas harian, peran sosial dan aspek psikologis. Pemakaian metoda ini dapat menghasilkan kualitas hidup yang berbeda pada pasien gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis dengan metoda single-use dan re-use. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross sectional dan melibatkan 70 pasien gagal ginjal yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner KDQOL-SF 36 dan catatan rekam medik. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat: T-test dan Chisquare untuk melihat hubungan beberapa faktor dengan kualitas hidup. Terdapat 45,70% responden dengan metoda single-use yang memiliki kualitas hidup yang baik dan 34,30% responden dengan metoda re-use yang memiliki kualitas hidup yang baik. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah: adekuasi (P value 0,001), Hb (P value 0,003), albumin (P value 0,001), tekanan darah (P value 0,002) dan lama menjalani hemodialisis (P value 0,030). Responden yang berkualitas hidup baik masih rendah jumlahnya, maka perlu melakukan evaluasi penilaian kualitas hidup secara reguler dan konsisten untuk selanjutnya menjadi tolok ukur mengupayakan manajemen keperawatan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci : Pasien Gagal Ginjal, Metoda HD single-use dan re-use, Kualitas Hidup