Jurnal Nusantara Medika (Apr 2025)
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Abstract
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggunakan herbal salah satunya Bawang Putih. Bawang putih mempunyai kandungan Allicin yang dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pemberian Bawang Putih Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pra-post test design. Sampel sebanyak 18 responden dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah Pemberian Bawang Putih dan variabel dependen adalah Penurunan Tekanan Darah. Pengumpulan data mengunakan SOP dan tensimeter digital merk Onemed. Uji statistic mengunakan uji Paired t test dengan α = 0,05. Dari 18 responden sebelum pemberian bawang putih didapatkan mean tekanan darah sistolik 174,61 mmHg dan mean tekanan darah diastolik 97,61 mmHg, sesudah pemberian bawang putih didapatkan mean tekanan darah sistolik 165,17 mmHg dan mean tekanan darah diastolik 90,22 mmHg. Hasil uji Paired t test tekanan darah sistole didapatkan p value (0,000) ≤ α (0,05) dan tekanan darah diastole hasil uji p value (0,000) ≤ α (0,05). Sehingga ada Pengaruh Pemberian Bawang Putih Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Lansia Desa Mlorah Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Senyawa allicin dalam bawang putih berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, menurunkan tekanan darah. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni melebarkan pembuluh darah (Vasodilator) sehingga tekanan darah akan turun.
Keywords