Sari Pediatri (Mar 2018)

Perbedaan Kadar Thyroid Stimulating Hormone dan Free Thyroxine pada Pasien Talasemia Β-Mayor dengan Kelasi Besi Deferasirox dan Deferiprone

  • Aries - Krisbiyantoro,
  • Harsono Salimo,
  • Annang Giri Moelyo

DOI
https://doi.org/10.14238/sp19.4.2017.209-13
Journal volume & issue
Vol. 19, no. 4
pp. 209 – 13

Abstract

Read online

Latar belakang. Talasemia β Mayor merupakan kelainan herediter yang disebabkan gangguan produksi rantai globin. Transfusi rutin menyebabkan kelebihan besi yang tertimbun dalam jaringan sehingga menyebabkan kardiomiopati, gangguan liver, dan komplikasi endokrin. Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang berperan penting bagi anak. Pengendapan besi di kelenjar tiroid dapat menyebabkan gangguan fungsi tiroid. Pemberian kelasi besi deferiprone dan deferasirox dan pengaruhnya pada kadar TSH dan FT4 perlu dievaluasi lebih lanjut. Tujuan. Menganalisis perbedaan kadar TSH dan FT4 pada pasien anak dengan talasemia β mayor menggunakan kelasi besi deferiprone dan deferasirox Metode. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang (cross sectional) terhadap 43 pasien talasemia β mayor anak berusia 9-18 tahun pada bulan April sampai Juni 2017. Pemilihan subjek dilakukan secara consecutive sampling. Data di analisis dengan SPSS 20 mengunakan uji t independen dan uji man whitney. Hasil. Rerata usia pasien 12,5+3,12 tahun. Rerata kadar TSH kelompok deferiprone dan deferasirox adalah 3.051,78 IU/ml dan 2.351,29 IU/ml. Sedangkan rerata kadar FT4 untuk kelompok deferiprone dan deferasirox 15.424,12 mmol/l dan 15.822,75 IU/ml. Tidak terdapat perbedaan kadar TSH dan FT4 pada kelompok yang mendapatkan deferasirox dan deferiprone berturut-turut nilai TSH (p=0,148; p>0,05) dan FT4 (p=0,836; p>0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan kadar TSH dan FT4 pada pasien talasemia beta mayor yang mendapatkan kelasi deferasirox maupun deferiprone.