Semesta Teknika (May 2020)

Pemanenan Air Hujan Menggunakan Ground Water Tank untuk Pemenuhan Air Baku Di Lokasi Bangunan Perkuliahan (Lokasi Penelitian : Kampus 3, UM Purworejo)

  • Eko Riyanto,
  • Agung Setiawan

DOI
https://doi.org/10.18196/st.v23i1.8535
Journal volume & issue
Vol. 23, no. 1
pp. 54 – 62

Abstract

Read online

Kampus 3 (tiga) Universitas Muhammadiyah Purworejo yang beralamat di Jalan Lingkar Barat Purworejo tepatnya di Desa Sucen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Puworejo merupakan gedung perkuliahan untuk Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Purworejo, dengan demikian kebutuhan air bersih untuk mahasiswa dan dosen di kampus tersebut relatif cukup banyak. Waktu musim hujan volume air berlebih menyebabkan limpasan air permukaan menjadi meningkat terutama di sekitar kampus sedangkan pada musim kemarau terjadi kekurangan air. Sehingga merancang tampungan air hujan sangat diperlukan untuk tampungan air sehingga air hujan tidak terbuang sia-sia dan dapat digunakan pada musim kemarau. Penelitian ini menggunakan data perhitungan hujan kawasan merujuk pada teori Polygon Thiessen serta menggunakan data curah hujan andalan 80%, kemudian mengenai intensitas hujan digunakan teori tentang mononobe, sedangkan perancangan desain dan elemen pendukung tangki penampung air hujan digunakan standar ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2014, tentang Diseminasi Standar dan Manual Penampung Air Hujan. Hasil penelitian menunjukan potensi volume suplai air hujan didapatkan sebesar 976,99 m³/ tahun, dan penghematan air sebesar 0,76 % dari total kebutuhan air gedung perkuliahan sebesar 86.400 m³/ tahun. Perhitungan RAB tangki didapatkan sebesar Rp. 93.998.000,00 untuk dimensi tangki tampungan air hujan sebesar 8 x 5 x 3 m. Campus 3 (three) Muhammadiyah University Purworejo which is located at Jalan Lingkar Barat Purworejo, precisely in Sucen Village, Bayan District, Puworejo Regency is a lecture building for the Faculty of Economics, Muhammadiyah University of Purworejo, thus the need for clean water for students and lecturers on the campus is relatively sufficient. Lots. During the rainy season the excess water volume causes surface water runoff to increase, especially around the campus, while in the dry season there is a lack of water. So that designing rainwater storage is very necessary for water storage so that rainwater is not wasted and can be used in the dry season. This study uses regional rainfall calculation data referring to the Polygon Thiessen theory and using 80% reliable rainfall data, then regarding the rain intensity the mononobe theory is used, while the design design and supporting elements of rainwater storage tanks are used as standard provisions from the Ministry of Public Works and Public Housing. 2014, concerning Dissemination of Standard and Manual of Rainwater Storage. The results showed that the potential volume of rainwater supply was 976.99 m³ / year, and water savings of 0.76% of the total water demand for the lecture building was 86,400 m³ / year. The calculation of the RAB for the tank is Rp. 93,998,000.00 for the dimensions of the rainwater storage tank of 8 x 5 x 3 m.

Keywords