Consilium (Dec 2022)

Peningkatan Resiliensi Diri Warga Binaan Dengan konseling

  • Beni Azwar,
  • Abdurrahman Abdurrahman

DOI
https://doi.org/10.37064/consilium.v9i2.14020
Journal volume & issue
Vol. 9, no. 2
pp. 63 – 76

Abstract

Read online

Tujuan Penelitian: Reintegrasi sosial yang menjadi dasar filosofis munculnya Sistem Pemasyarakatan dengan tujuan utama aspek pengembalian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke masyarakat, sehingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tempat WBP menjalani hukuman merupakan rehabilitasi sebelum mereka Kembali kemasyarakat. Bernbagai permasalahan selama di Lapas muncul, baik yang berasal dari diri WBP maupun dari luar dirinya. Dari diri WBP adalah penyesalan masa lalu karena berbuat kesalahan yang melanggar hukum, masalah sekarang berkenaan dengan perasaan bersalah dan betapa malunya keluarganya, kehidupan keluarga yang kacau, serta masalah kecemasan labelling dan penoolakan dari masyarakat setelah bebas. Tulisan ini bertujuan untuk melihat peran konseling dalam meningkatkan resiliensi diri WBP.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan library research dengan pemaparan data secara deskriptif. Dalam hal ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif untuk lebih menekankan pada kekuatan analisis sumber-sumber dan data-data yang ada dengan mengandalkan teori-teori dan konsep-konsep yang ada untuk diinterpretasikan berdasarkan tulisan-tulisan yang mengarah pada pembahasan.Hasil Penelitian: Hasil penelitian bahwa resiliensi sangat penting bagi WBP untuk dapat bangkit beradaptasi dengan kondisi yang ada. Konseling akan mendinamisasi kondisi WBP kapan harusnya succumbing (mengalah), survival(bertahan), recovery (pemulihan) dan Thtiving (berkembang dengan pesat). Untuk mewujudkan kondisi tersebut diperlukan kematangan emosi, Pengendalian diri, Optimisme, Analisa hubungan kausalitas, Empati, Self efficacy, dan pencapaian. Resiliensi diri sangat penting selama WBP menjalani hukuman dan persiapan diri setelah bebas.

Keywords