Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah (Dec 2017)
Pengaruh Nesting Terhadap Saturasi Oksigen Dan Berat Badan Pada Bayi Prematur Di Ruang Perinatologi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung
Abstract
Stress pada bayi akan mempengaruhi fungsi tubuh dengan meningkatkan metabolisme sehingga membutuhkan lebih banyak konsumsi oksigen untuk menstabilkan fungsi fisiologisnya. Saturasi oksigen merupakan salah satu indikator kecukupan pasokan oksigen pada bayi ketika saturasi rendah menyebabkan pasokan oksigen ke jaringan berkurang. Bila tubuh kekurangan oksigen maka produksi energi menjadi terhambat. Pada bayi kekurangan energi dapat mengganggu proses pertumbuhan salah satu parameternya dengan penurunan berat badan. Bayi dengan berat badan rendah akan terjadi adaptasi yang jauh lebih berat dibandingkan dengan bayi yang berat badannya lebih besar. Penggunaan nesting sebagai salai satu intervensi developmental care adalah kerangka kerja atau metode untuk memberikan stabilisasi pada bayi prematur. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang pengaruh nesting terhadap saturasi oksigen dan berat badan pada 20 bayi prematur dengan menggunakan metode quasi eksperimen one-group pra-post test design, pengambilan sampel menggunakan tekhnik concecutive sample.Saturasi oksigen diukur sebelum dan setelah 20 menit bayi tidur di dalam nesting dan berat badan akan ditimbang sebelum dan sesudah 7 hari bayi berada dalam nesting. Hasil analisa data menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna nesting terhadap saturasi oksigen dengan p value 0,000 dan pengaruh bermakna nesting terhadap berat badan berat badan bayi prematur dengan p value 0,000 Penelitian ini merekomendasikan intervensi nesting pada perawatan bayi prematur untuk meningkatkan saturasi oksigen dan berat badan.
Keywords