Arkeologi Kepulauan Tanimbar Bagian Utara: Tinjauan Potensi di Pulau Fordata dan Pulau Larat Maluku Indonesia

Kapata Arkeologi. 2016;12(1):43-58 DOI 10.24832/kapata.v12i1.318

 

Journal Homepage

Journal Title: Kapata Arkeologi

ISSN: 1858-4101 (Print); 2503-0876 (Online)

Publisher: Balai Arkeologi Maluku

Society/Institution: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

LCC Subject Category: Auxiliary sciences of history: Archaeology

Country of publisher: Indonesia

Language of fulltext: Indonesian

Full-text formats available: PDF

 

AUTHORS

Marlon NR Ririmasse (Balai Arkeologi Maluku)

EDITORIAL INFORMATION

Double blind peer review

Editorial Board

Instructions for authors

Time From Submission to Publication: 16 weeks

 

Abstract | Full Text

Tanimbar islands is one of the most southern island group in Maluku.  This area is a land bridge that connects Kei-Aru Islands and Papua with the Babar-Sermata Islands until Timor.  Directly adjacent to Australia, Tanimbar is also an area of the outer boundary of Indonesia. This area is also known for its rich variety of cultural heritage. As reflected in the academics works and diverse collection of Tanimbar material culture in various world museum.  Archaeological study have been conducted since 2006 but only covered the southern part of this archipelago. This paper is the result of the archaeological studies in the Northern Part of the Tanimbar Islands with the focus on Fordata and Larat Island. The reconaissance survey have been adopted as the approach in this research. This study found that the island of Larat and Fordata is rich with the archaeological potential and is recommended to be followed with the further research in the future. Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu gugus pulau paling selatan yang terletak di Maluku. Wilayah ini merupakan jembatan darat yang menghubungkan antara Kepulauan Kei-Aru dan Papua dengan Kepulauan Babar-Sermata hingga Timor dan Nusa Tenggara. Berbatasan langsung dengan Australia, Kepulauan Tanimbar juga merupakan kawasan tapal batas terluar Nusantara. Wilayah ini juga dikenal dengan ragam pusaka budaya yang kaya. Sebagaimana ditemukan dalam karya akademis dan ragam koleksi benda budaya Tanimbar di berbagai museum dunia. Studi arkeologi telah dilakukan sejak tahun 2006 namun hanya menjangkau wilayah bagian selatan dan tenggara kepulauan ini. Makalah ini merupakan hasil studi arkeologis untuk wilayah Tanimbar Bagian Utara dengan perhatian pada Pulau Fordata dan Pulau Larat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei penjajakan. Hasil penelitian menemukan bahwa Pulau Fordata dan Pulau Larat kaya dengan potensi kepurbakalaan dan layak ditindaklanjuti dengan studi arkeologis yang lebih mendalam.