PENGARUH ISLAM DALAM PERUBAHAN NAMA DIRI SUKU BUGIS: SEBUAH TINJAUAN SEJARAH

IBDA': Jurnal Kebudayaan Islam. 2016;14(2):241-253 DOI 10.24090/ibda.v14i2.2016.pp241-253

 

Journal Homepage

Journal Title: IBDA': Jurnal Kebudayaan Islam

ISSN: 1693-6736 (Print); 2477-5517 (Online)

Publisher: LPPM IAIN Purwokerto

Society/Institution: IAIN Purwokerto

LCC Subject Category: Philosophy. Psychology. Religion: Islam. Bahai Faith. Theosophy, etc.: Islam

Country of publisher: Indonesia

Language of fulltext: Indonesian, English

Full-text formats available: PDF

 

AUTHORS

Aslan Abidin (Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar. Jalan A. P. Pettarani, Gedung BG - Kampus UNM Gunungsari, Kec. Makassar 90222 | Telp : +62(0411) 869834)

EDITORIAL INFORMATION

Peer review

Editorial Board

Instructions for authors

Time From Submission to Publication: 24 weeks

 

Abstract | Full Text

Nama diri, yang merupakan identitas bagi seseorang, merupakan tanda bahasa tersendiri. Sebagai tanda bahasa, nama diri dapat merupakan bahasa dari kebudayaan sendiri maupun dari luar kebudayaan si pengguna nama. Semisal nama-nama kebanyakan suku Bugis –yang mayoritas beragama Islam— sebelumnya menggunakan bahasa Bugis, setelah kedatangan agama Islam di abad 17, berubah memakai nama dari bahasa Arab. Studi ini menggunakan pendekatan sejarah terhadap teks-teks nama diri orang Bugis yang berubah berdasarkan peristiwa keagamaan, politik, maupun sosial yang melatarinya. Rentetan peristiwa sejarah ternyata tercatat dalam runtutan perubahan nama-nama orang Bugis. Penaklukan suku Bugis oleh Kerajaan Gowa-Tallo dalam Perang Islam (Musu Selleng), penjajahan Belanda, Jepang, pemberontakan Kahar Muzakkar, kedatangan sekolah, sampai budaya populer, menjadi latar peristiwa berubahnya nama orang Bugis.