JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) (Nov 2016)

MENAJEMEN SEKOLAH KHUSUS OLAHRAGAWAN INTERNASIONAL

  • La Sunu,
  • Andi Ichrar Asbas,
  • Labulan Labulan

Journal volume & issue
Vol. 1, no. 1
pp. 88 – 96

Abstract

Read online

Abstract:the purpose of this study is to determine: (1) the recruitment of students / athletes SKOI, (2) the learning process of students / athletes SKOI, (3) the results of National Examination student / athletes SKOI. (4) the results of achievements at local, national, and international student / athletes SKOI, (5) barriers and solutions of the students / athletes SKOI. The approach used is qualitative method by using data collection techniques are observation. The results of the research is the process of admission of students / athletes by letter calls from diknas cities and counties. Learning process by using the same curriculum 2006 regular schools, but in practice there are some differences. The results of both semester exams and passing the national exam 100%. Sporting achievements championship results obtained in the national and international scale. Barriers faced is the lack of socialization with the district / city, teaching hours, in contrast to regular schools, the semester schedule sometimes clash with the event and national exams, as well as the lack of tournaments between students and the lack of involvement in national and international championships. Keywords: school management, special school, athlete school Abstrak: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) rekrutmen siswa/atlit SKOI, (2) proses pembelajaran siswa/atlit SKOI, (3) hasil Ujian Nasional siswa/atlit SKOI. (4) hasil prestasi daerah, nasional, dan internasional siswa/atlit SKOI, (5) hambatan dan solusi yang dimiliki siswa/atlit SKOI. Pendekatan yang digunakan yaitumetode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi.Hasil penelitian yaitu proses penerimaan siswa/atlit dengan melalui surat panggilan dari diknas kota dan kabupaten. Proses pembelajaran dengan menggunakan kurikulum tahun 2006 sama sekolah reguler, namun dalam pelaksanaannya ada beberapa perbedaan. Hasil ujian semester baik dan kelulusan ujian nasional 100%. Prestasi olahraga hasil kejuaraan diperoleh dalam skala nasional dan internasional. Hambatan yang dihadapiyaitu kurangnya sosialisasi dengan kabupaten/kota, jam belajar berbeda dengan sekolah reguler, jadwal semester terkadang benturan dengan acara dan ujian nasional, serta minimnya turnamen antar pelajar dan kurangnyaketerlibatan dalam kejuaraannasional dan internasional. Kata kunci: manajemen sekolah, sekolah khusus, sekolah olahragawan