Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia (Nov 2022)

Manajemen Anestesi Spinal dengan Levobupivakain Isobarik dan Fentanil pada Pasien Preeklampsi Berat yang dilakukan Seksio Sesarea

  • RTH Supraptomo

Journal volume & issue
Vol. 5, no. 3

Abstract

Read online

Hipertensi pada kehamilan merupakan lima besar penyebab kematian maternal. Preeklampsia berat (PEB) adalah hipertensi yang terjadi pada ibu hamil yang biasanya dijumpai pada kehamilan 20 minggu, ditandai dengan proteinuria dengan atau tanpa edema. Seksio sesarea (SC) merupakan persalinan buatan dengan melakukan insisi pada dinding depan perut. Salah satu indikasi dilakukannya persalinan SC adalah pre-eklampsia berat. Seorang wanita 31 tahun G5P3A1 dengan pre-eklampsia berat, fetal hipoksia, oligohidramnion, hamil postdate, dan obesitas kelas I, status fisik ASA II-E direncanakan untuk melakukan SC dan tubektomi. Operasi dilakukan dengan menggunakan Regional Anesthesia Subarachnoidal Block (RASAB). Obat anestesi yang digunakan yaitu kombinasi levobupivakain dan fentanil. Anestesi regional lebih banyak dipakai pada tindakan SC karena prosesnya cepat, nyaman ketika operatif, dan kualitas analgesianya baik saat post operasi. Anestesi regional juga dikaitkan dengan fluktuasi hemodinamik yang lebih sedikit. Levobupivacaine bekerja dengan memblokade saluran natrium neuronal yang mencegah depolarisasi dan bersifat reversibel pada saraf sensorik maupun motorik Kombinasinya fentanil dapat menghasilkan pemanjangan blok sensorik tanpa ada perbedaan pada onset spinal anestesi. SC dan MOW pada pasien dilakukan dengan menggunakan RASAB dengan obat anestesi kombinasi levobupivakain dan fentanil. Kombinasi tersebut bertujuan untuk memperpanjang durasi blok sensorik tanpa memperpanjang durasi blok motorik sehingga dapat mengurangi nyeri pada pasien tanpa mengganggu fungsi motoriknya.

Keywords