Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani (Mar 2025)

Roh Kudus sebagai Pleroma Allah

  • Zulkifli Oddeng

DOI
https://doi.org/10.30648/dun.v9i2.1562
Journal volume & issue
Vol. 9, no. 2
pp. 909 – 924

Abstract

Read online

Abstract. In Christian theological discourse, the term pleroma of God is commonly applied to Jesus Christ, the second Person of the Trinity. Despite the explicit support of biblical texts, the consensus indicates a lack of attention to the Holy Spirit, the Third, especially in conversations about the characteristics of the pleroma of God. An exegetical approach to the text of Acts 2:2 opens up the imaginative possibility that the Holy Spirit also assumes a pleromative role, precisely post-ascension of Christ. As a finding, the elaboration of the pleroma of the Holy Spirit makes room for the prophetic role, that the fulfillment by the Holy Spirit empowers a universal prophetic voice. Secondly, the pleroma of the Holy Spirit will always confirm the Trinitarian faith, a belief that underlies every theological passion in the Christian faith. Abstrak. Dalam diskursus teologi Kristen, predikat pleroma Allah lazimnya dikenakan pada Yesus Kristus, Pribadi kedua dalam Trinitas. Kelaziman tersebut memang dapat diafirmasi dengan teks-teks biblis. Namun di sisi lain, konsensus tersebut mengindikasikan kurangnya perhatian pada Roh Kudus, Sang Pribadi ketiga dalam iman Trinitarian. Salah satunya mengemuka dalam percakapan mengenai karakteristik pleroma Allah. Pendekatan eksegetis terhadap teks Kisah Para Rasul 2:2 membuka kemungkinan imajinatif bahwa Roh Kudus juga mengemban peran pleromatif, tepatnya pascaasensi Kristus. Sebagai temuan, elaborasi pleroma Roh Kudus memberi ruang untuk peran profetis, bahwa pemenuhan oleh Roh Kudus memberi kuasa untuk suara profetik yang universal. Kedua, pleroma Roh Kudus akan selalu mengonfirmasi iman Trinitarian, sebuah keyakinan yang mendasari setiap gairah berteologi dalam iman Kristen.

Keywords