STUDI KRITIS KONSEP SANAD KITAB NAHJ AL-BALAGHAH SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN BUDAYA TABAYYUN DALAM KEILMUAN ISLAM

El Harakah. 2016;18(2):163-183 DOI 10.18860/el.v18i2.3658

 

Journal Homepage

Journal Title: El Harakah

ISSN: 1858-4357 (Print); 2356-1734 (Online)

Publisher: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

LCC Subject Category: Geography. Anthropology. Recreation: Anthropology: Ethnology. Social and cultural anthropology | Philosophy. Psychology. Religion: Islam. Bahai Faith. Theosophy, etc.: Islam

Country of publisher: Indonesia

Language of fulltext: English, Indonesian

Full-text formats available: PDF

 

AUTHORS

Agus Hasan Bashori (Mahad Aly Al Aimmah)

EDITORIAL INFORMATION

Double blind peer review

Editorial Board

Instructions for authors

Time From Submission to Publication: 4 weeks

 

Abstract | Full Text

Tabayyun or tatsabbut or tahaqquq (verification) and taakkud (confirmation) of the news are important in order to prevent doing something wrong, injustice and regret. While in science and religion, tatsabbut is more important because the consequences could be dangerous. Therefore, Muslims as ummatan wasatan have been given by God the privilege to be the people that their religion and science has sanad. At the time of the salaf, tatsabbut with sanad was common through talaqqi and historical verification. In order to revive the culture of this tatsabbut, the researcher see the important of doing critical study on the sanad concept in a famous and wide spread of Nahj al-Balaghah book.    Tabayyun atau tatsabbut atau tahaqquq (verifikasi) dan taakkud (konfirmasi) dalam berita adalah penting agar kita tidak berbuat salah, zhalim dan menyesal. Sedangkan di dalam ilmu dan agama maka tatsabbut itu lebih penting lagi sebab akibatnya bisa lebih fatal. Oleh karena itu umat Islam yang dijadikan oleh Allah sebagai ummatan wasatan diberi keistimewaan sebagai umat yang agama dan ilmunya ber-sanad. Di jaman salaf, tatsabbut dengan sanad sudah membudaya dalam talaqqi dan riwayat. Maka untuk menghidupkan kembali budaya tastabbut ini peneliti memandang perlu melakukan studi kritis terhadap konsep sanad yang ada dalam kitab Nahj al-Balaghah  yang kesohor dan tersebar luas itu.