Jurnal Kebidanan (Aug 2018)

Ekstrak Teh Hijau Meningkatkan Ekspresi ER-alfa pada Endometrium dan Tuba Falopi Tikus Betina Yang Dipapar Sipermetrin

  • Ririn Handayani

DOI
https://doi.org/10.26714/jk.7.2.2018.103-110
Journal volume & issue
Vol. 7, no. 2
pp. 103 – 110

Abstract

Read online

Infertilitas banyak terjadi pada wanita karena gangguan sistem reproduksi yang bisa disebabkan oleh pestisida (sipermentrin). Paparan sipermetrin dapat memberi dampak pada otak yang menyebabkan kerusakan hipotalamus melalui proses stres oksidatif. Kemudian dapat mempengaruhi sekresi dari GnRH, LH dan FSH pada proses umpan balik hormon endogen. Sehingga akan mempengaruhi proses folikulogenesis dan menghasilkan estrogen sedikit. Estrogen ini akan menstimulasi pertumbuhan sel jika berikatan dengan reseptornya (ER-α). Teh hijau dengan kandungan antioksidan yang tinggi mampu menghambat radikal bebas. Jenis flavonol dari teh hijau umumnya dikenal sebagai catechin yaitu EGCG. EGCG bekerja sama dengan antioksidan endogen untuk melindungi tubuh dari reaksi stres oksidatif. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan pemberian ekstrak teh hijau dapat meningkatkan ekspresi ER-α pada endometrium dan tuba falopi tikus betina yang dipapar sipermetrin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Proses ekstraksi dengan metode maserasi. Pemeriksaan ekpresi ER-α dengan metode imunohistokimia (IHK). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil uji statistik didapatkan nilai korelasi 0,776 untuk ekspresi ER-α pada endometrium dan 0,718 untuk ekspresi ER-α pada tuba falopi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif searah dan cukup kuat antara pemberian ekstrak teh hijau dengan ekspresi ER-α pada endometrium dan tuba falopi. Semakin tinggi dosis yang diberikan semakin tinggi ekspresi yang dihasilkan

Keywords