Sari Pediatri (Dec 2016)

Uji Coba Vaksin Dengue Rekombinan pada Hewan Coba Mencit,Tikus, Kelinci dan Monyet

  • Soegeng Soegijanto,
  • Fedik A Rantam,
  • Soetjipto Soetjipto,
  • Ketut Sudiana,
  • Yoes Priyatna

DOI
https://doi.org/10.14238/sp5.2.2003.64-71
Journal volume & issue
Vol. 5, no. 2
pp. 64 – 71

Abstract

Read online

Pencegahan terhadap infeksi dengue dengan cara vaksinasi perlu dikembangkan; oleh karena secara epidemiologi infeksi virus dengue telah menyebar ke daratan Asia, Afrika, Amerika dan Eropa. Pendekatan pencegahan dan pemberantasan dengan melakukan pemberantasan vektor tidaklah cukup untuk menekan angka kesakitan. Pengembangan vaksin dengan menggunakan protein E dapat menginduksi produksi antibodi terhadap semua strain (galur) virus dengue. Tujuan penelitian menentukan daya proteksi antibodi yang dipacu oleh calon vaksin pada hewan percobaan (mencit, tikus, kelinci dan monyet). Metode penelitian Isolasi virus dari pasien DBD di RS Dr. Sutomo Surabaya dan isolat standar dari NAMRU-2 Jakarta. Dilakukan purifikasi isolat virus dengue dan purifikasi protein E rekombinan. Selanjutnya dilakukan imunisasi pada binatang percobaan dan dinilai respon imunnya. Hasil penelitian karakterisasi dan identifikasi imunoglobulin dari mencit yang diimunisasi dengan protein E selain IgM, IgG ditentukan subklas IgG1a, IgG2a, IgG2b. Protein E pada hewan percobaan dapat menginduksi antibodi humoral dengan berbagai kelas imunoglobulin maupun subkelasnya dan antibodi seluler yang protektif. Analisis hasil respon imun pada CD 4 dan CD 8 yang di isolasi dari hewan percobaan yang telah diimunisasi, direuksikan dengan IFN-¶ ternyata menunjukkan adanya perbedaan respon imun yang berbeda. Pada challenge test hanya monyet yang memberikan respons patologis yaitu terlihat adanya perdarahan pada hari ke tiga setelah infeksi. Protein E yang diimunisasikan pada monyet dapat menginduksi antibodi humoral dengan titer cukup tinggi terutama imunoglobulin G.

Keywords