Jurnal Ilmiah Pertanian (Aug 2019)

PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PLUS (KOTAKPLUS) DALAM MEMPERBAIKI SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL

  • A. HAITAMI,
  • WAHYUDI WAHYUDI

DOI
https://doi.org/10.31849/jip.v16i1.2351
Journal volume & issue
Vol. 16, no. 1

Abstract

Read online

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS). Kemudian untuk mengetahui berapa dosis pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) yang terbaik dalam memperbaiki sifat kimia tanah pada tanah ultisol. Adapun penelitian ini telah dilaksanakan di BBU Sungai Rumbio Kecamatan Koto Kari Kabupaten Kuantan Singingi yang telah dilakukan selama tujuh bulan yaitu dimulai pada fase pertama pada bulan Februari 2018 yaitu pembuatan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit plus (KOTAKPLUS) dan pupuk kompos TKKS saja. Kemudian pada fase Kedua dimulai pada bulan April 2018 yaitu lama inkubasi kompos. Pada penelitian ini menggunakan metode Random Sampling, data yang diambil adalah data yang didapatkan dari beberapa taraf perlakuan yang dilakukan dilapangan, untuk berikutnya dilakukan analisa sehingga didapatkan data kuantitatif. Lama inkubasi pupuk kompos KOTAKPLUS terdiri dari lima taraf perlakuan dan tiga ulangan, yaitu : A =Tanpa Perlakuan (Kontrol), B =KOTAKPLUS 10 ton/ha, C =KOTAKPLUS 20 ton/ha, D =KOTAKPLUS 30 ton/ha, dan E = Kompos TKKS saja. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dari laboratorium yang sudah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa kompos KOTAKPLUS memiliki nilai pH yaitu 10,1, C-Organik 21,06 %, N sebesar 0,94 %, P sebesar 2,19 %, K sebesar 2,94 %, Ca sebesar 6,24 %, Mg sebesar 2,19 %, C/N Ratio sebesar 22,40 %, dan Kadar Air sebesar 132,42 %. Kompos KOTAKPLUS dapat memperbaiki sifat kimia tanah ultisol dengan dosis perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan D (KOTAKPLUS 30 ton/ha) dengan peningkatan nilai pH 0,70, C-Organik sebesar 2,14 %, P sebesar 99,13 ppm, Ca sebesar 0,99 me/100 g tanah, dan Al-dd mengalami penurunan sampai tidak terukur.

Keywords