Sari Pediatri (Nov 2016)
Profil Sindrom Nefrotik pada Ruang Perawatan Anak RSUP Sanglah Denpasar
Abstract
Latar belakang. Sindrom nefrotik merupakan salah satu penyakit ginjal yang sering dijumpai pada anak, ditandai dengan proteinuria, hipoalbuminemia, edema, dan hyperkolesterolemia. Tujuan. Untuk mengetahui karakteristik, gambaran klinis, dan laboratorium anak dengan sindrom nefrotik. Metode. Penelitian deskriptif retrospektif, dengan mengambil data dari rekam medis pasien sindrom nefrotik selama periode 2001-2007, di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Sanglah, Denpasar. Hasil. Selama periode 6 tahun (2001-2007), terdapat 68 anak dengan sindrom nefrotik. Usia berkisar dari 6 bulan sampai dengan 11 tahun (rerata 5,1),laki-laki 50 (73,5%), perempuan 18 (26,5%) dengan rasio 2,7:1. Sebagian besar pasien datang dengan keluhan utama bengkak 62 (91%), demam 2 (3%), kejang 2 (3%), dan syok 2 (3%). Kadar albumin rata-rata 1,02 ± 0,67, kolesterol 485,3±162,39, 14,7% dengan hematuria. Peningkatan kreatinin 16 (23,5%), respons terhadap terapi 58 (85,2%) sensitif steroid, 10 (14,8%) resisten steroid. Kesimpulan. Sindrom nefrotik lebih banyak mengenai laki-laki dibandingkan perempuan. Sebagian besar pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan bengkak dan proteinuria masif. Respons pengobatan menunjukkan sebagian besar sensitif terhadap steroid.
Keywords