JIF (Jurnal Ilmu Fisika) (Sep 2017)

Kajian Pengaruh Nanopartikel Magnetik Fe3O4 Pada Deteksi Biosensor Berbasis Surface Plasmon Resonance (SPR)

  • Yuan Alfinsyah Sihombing,
  • Kamsul Abraha

DOI
https://doi.org/10.25077/jif.9.2.121-131.2017
Journal volume & issue
Vol. 9, no. 2

Abstract

Read online

Telah dilakukan kajian berkaitan dengan pengaruh nanopartikel Fe3O4 pada deteksi biosensor berbasis surface plasmon resonance (SPR). Penelitian ini bertujuan untuk melihat penyebab munculnya dip baru atau pergeseran dip ke arah kanan pada kurva ATR (AttenuatedTotalReflection) setelah adanya penambahan nanopartikel magnetik Fe3O4.Sifat magnetik nanopartikel berupa permeabilitas magnet disubstitusikan pada kurva ATR dan sudut SPR terbentuk pada sudut 51,8º; 47,3º; 46,0º dan 45,6º untuk ketebalan perak 10 nm, 20 nm, 30 nm dan 40 nm berturut-turut dengan ketebalan nanopartikel 10 nm.Untuk melihat pengaruh permeabilitas magnet, diplot kurva ATR tanpa permeabilitas magnet. Hasilnya menunjukkan bahwa sudut SPR terbentuk pada sudut yang sama. Sehingga kemunculan dip baru pada panjang gelombang sinar laser 632,8 nm bukan dikarenakan sifat magnetnya. Sifat magnet ini akan muncul pada rentang gelombang mikro. Dengan pendekatan Teori Medium Efektif (TME) Landauer dan Bruggeman untuk sistem empat lapisan prisma/perak/komposit (nanopartikel+udara)/udara, diperoleh kurva relasi dispersi surface plasmon pada angka gelombang ; ;;  dan  untuk variasi fraksi volume  0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 berturut-turut mengalami kopling dengan gelombang evanescent. Ini menunjukkan bahwa pergeseran dip muncul dengan pendekatan teori medium efektif Landauer dan Bruggeman.  Kata Kunci : Surface Plasmon Resonance (SPR), nanopartikel magnetik Fe3O4,Evanescent, , TME Landauer dan Bruggeman.