Unnes Journal of Public Health (Jan 2016)
PERSEPSI PRIA DAN HUBUNGANNYA DALAM KEIKUTSERTAAN PROGRAM KB METODE OPERATIF PRIA DI KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG
Abstract
Program KB nasional menargetkan keikutsertaan pria dalam MOP sebesar 29.825 pada tahun 2014. Namun pada kenyataannya baru memenuhi 19,68% dari total sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pria mengenai KB MOP dan hubungannya dengan keikutsertaan Program KB MOP. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling. Informan terdiri dari 5 orang akseptor KB MOP, 2 orang petugas PLKB, dan 2 orang kader KB. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua informan berpartisipasi dalam program KB MOP karena kondisi fisik istri informan yang tidak memungkinkan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Informan berpersepsi bahwa dengan mengikuti KB MOP akan bermanfaat bagi keluarganya, dari segi kesehatan dan segi ekonomi. Informan menyatakan tidak mengalami hambatan apapun dalam mengikuti KB MOP baik dari segi larangan agama, pembiayaan, seksualitas, dan keluhan medis. Informan mendapatkan dukungan dari istri maupun kerabat mereka. The national contraceptive program targeting male contraceptive method in 2014 by 29.825 participation. But in fact, there was only fulfil 19,68% from total national target. The purpose of this research was to know the men’s perception about male contraceptive methode and its relation in men contraceptive program. This research was a qualitative research with purposive sampling technique. Informants for this research were 5 acceptors of vasectomy, 2 officer of PLKB, and 2 cadres. Data items were collected by indepth interview. Data items were analyzed by data collection, data reduction, data presentation and data verification. The result showed that all of informants agreed to involve in male contraception program or vasectomy because of their wife’s phisical condition who couldn’t have any female contraception. Informants were perceiving that their involvement on male contraception program would be beneficial for his family in health and economical reason. Informants didn’t have any problems in following vasectomy program from religious inhibition, costs, sexuality life, and medical condition. Informants got support from their spouse and families.
Keywords