Sari Pediatri (Nov 2016)

Hubungan Antara Kadar Feritin dan Kadar 25-Hidroksikolekalsiferol {25(OH)D} Serum Pasien Thalassemia Mayor Anak

  • Tubagus Ferdi Fadilah,
  • Sri Endah Rahayuningsih,
  • Djatnika Setiabudi

DOI
https://doi.org/10.14238/sp14.4.2012.246-50
Journal volume & issue
Vol. 14, no. 4
pp. 246 – 50

Abstract

Read online

Latar belakang. Pasien thalassemia mayor secara progresif akan mengalami keadaan kelebihan besi akibat transfusi darah berulang dan menyebabkan hidroksilasi vitamin D 25-hidroksikolekalsiferol {25(OH)D} terganggu akibat deposisi besi di parenkim hati. Tujuan. Mengetahui korelasi antara kadar feritin dan kadar 25(OH)D pada pasien thalassemia mayor anak. Metode. Desain penelitian rancangan potong lintang dilakukan pada bulan Desember 2010–Januari 2011 di poli Thalassemia anak RS. Dr. Hasan Sadikin Bandung. Sejumlah 64 subjek diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh dari anamnesis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan penunjang, dan catatan medis. Pemeriksaan kadar feritin serum menggunakan metode enhanced chemiluminescence immunoassay (ECLIA). Pemeriksaan kadar 25(OH)D serum menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan dilakukan di Laboratory Research and Esoteric Testing Laboratorium Klinik Prodia Jakarta. Analisis statistik digunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk distribusi data dan transformasi log terhadap distribusi data tidak normal. Untuk mengetahui hubungan antara kadar feritin dan kadar 25(OH)D serum digunakan uji korelasi Spearman. Hubungan dinyatakan bermakna bila p1.000 ng/dL, 55/64 (86%) subjek memiliki kadar 25(OH) D serum <50 nmol/L dan dianggap defisiensi vitamin D. Kadar feritin berkorelasi negatif dengan kadar 25(OH)D serum (􀁕=-0,368; p<0,01). Kesimpulan. Peningkatan kadar feritin serum diikuti penurunan kadar 25(OH)D serum pada pasien thalassemia mayor anak yang berusia 2–14 tahun.

Keywords