Jurnal Ilmiah Medicamento (Mar 2023)
Pengaruh Pemilihan Pelarut dalam Ekstraksi Klorofil pada Rumput Laut Gracilaria sp. dan Caulerpa sp. Segar dan Kering
Abstract
Rumput laut merupakan organisme fotosintetik sehingga dapat menjadi sumber penghasil pigmen yang baik. Klorofil merupakan pigmen yang banyak digunakan dalam industri farmasi, pangan, maupun konsmetik. Bulung Sangu (Gracilaria sp.) dan Bulung Boni (Caulerpa sp.) merupakan rumput laut yang secara luas tumbuh di perairan Bali. Ekstraksi pigmen pada suatu sumber dapat dipengaruhi oleh tahap pra-ekstraksi seperti pengeringan dan pemilihan pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemilihan pelarut dalam ekstraksi klorofil pada Bulung Sangu (Gracilaria sp.) dan Bulung Boni (Caulerpa sp.) segar dan kering. Pelarut yang digunakan adalah etanol, metanol, dan aseton. Estimasi konsentrasi klorofil dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Data dianalisis secara statistik menggunakan one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukan bahwa ekstraksi Bulung Sangu (Gracilaria sp.) pada sampel kering menggunakan aseton menghasilkan klorofil total sebesar 574.1 ± 33.2 µg/g. Ekstraksi Bulung Boni (Caulerpa sp.) pada sampel segar menggunakan pelarut metanol menghasilkan klorofil total tertinggi sebesar 10235.3 ± 50.3 µg/g. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengeringan dan pemilihan pelarut pada ekstraksi klorofil dari Bulung Sangu (Gracilaria sp.) dan Bulung Boni (Caulerpa sp.).