Jurnal Kedokteran Diponegoro (May 2018)

PENGARUH KEMORADIASI KANKER KEPALA LEHER TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM

  • Rahmadonal Muhammad Iqhbal,
  • Farah Hendara Ningrum,
  • CH Nawangsih Prihharsanti

DOI
https://doi.org/10.14710/dmj.v7i2.20742
Journal volume & issue
Vol. 7, no. 2
pp. 813 – 825

Abstract

Read online

Latar belakang : Salah satu modalitas kemoterapi pada kanker kepala leher adalah kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Pemberian kemoterapi neoadjuvant menjadi pilihan terapi. Penggunaan regimen kemoterapi dan tindakan radioterapi tidak hanya membunuh sel-sel kanker, akan tetapi dapat menimbulkan toksisitas pada tubuh penderita. Cisplatin merupakan golongan obat kemoterapi berbasis platinum yang memiliki efek samping penurunan fungsi ginjal. Tujuan : Mengetahui pengaruh kemoradiasi kanker kepala leher terhadap fungsi ginjal pada kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Metode : Penelitian observasional cross sectional (non-komparatif) yang dikaji menggunakan data rekam medik di RSUP Dr Kariadi Semarang tahun 2012-2016. Sampel merupakan pasien dengan kanker kepala leher yang mendapat kemoterapi neoadjuvant yang dipilih berdasarkan consecutive sampling. Penilaian fungsi ginjal diambil dari hasil laboratorium kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah kemoradiasi. Uji statistik dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Didapatkan 21 sampel yang merupakan pasien karsinoma nasofaring yang telah menjalani kemoterapi neoadjuvant yang terbagi dalam pemberian sebanyak IV siklus, V siklus, VI siklus dengan 33x radioterapi.Data yang diperoleh dalam persentase yaitu kadar ureum meningkat 90,5% dan kadar kreatinin meningkat 90,5%. Hasil analisis data menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna pada kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah pemberian kemoterapi neoadjuvant p<0,05 (p=0,01). Kesimpulan : Ditemukan peningkatan antara kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah kemoradiasi kanker kepala leher

Keywords