Sari Pediatri (Nov 2016)

Rasio Jumlah Neutrofil-Limfosit pada Awal Masuk Rawat sebagai Faktor Risiko Luaran Pneumonia Anak

  • Farah Katleya,
  • MS Anam,
  • Dwi Wastoro Dadiyanto

DOI
https://doi.org/10.14238/sp17.1.2015.47-51
Journal volume & issue
Vol. 17, no. 1
pp. 47 – 51

Abstract

Read online

Latar belakang. Data global menunjukkan pneumonia pada anak usia di bawah 5 tahun (balita) menyebabkan kematian 15,5%. Neutrophil to lymphocyte count ratio (NLCR) atau rasio jumlah neutrofil-limfosit merupakan parameter inflamasi sistemik dan stres untuk pasien kritis. Dari beberapa penelitian didapatkan hubungan antara derajat keadaan klinis dengan peningkatan NLCR Tujuan. Membuktikan nilai NLCR awal masuk sebagai faktor risiko luaran pasien pneumonia anak yang dirawat di bangsal anak RSUP dr Kariadi Metode. Penelitian kohort prospektif pada anak pneumonia usia 1 bulan – 5 tahun yang dilaksanakan di ruang perawatan anak (bangsal anak, HCU, PICU) RS dr Kariadi, Semarang. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan darah rutin, kemudian dilakukan pemantauan klinis pada hari perawatan ke 10. Pada spesimen darah diperiksa darah rutin dan dilakukan perhitungan NLCR. Analisis statistik menggunakan uji chi square dan Mann-Whitney U Hasil. Didapatkan 40 subjek dengan pneumonia. Rerata NLCR lebih tinggi pada luaran yang buruk dari pada luaran yang baik (3,42± 4,063) vs (1,73 ± 1,568) tetapi tidak berbeda bermakna (p= 0,118). Titik potong NLCR 􀁴 1,335 meningkatkan risiko luaran perburukan pada pneumonia anak sebesar 1,727 kali Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan nilai NLCR awal antara luaran perbaikan dan perburukan. Titik potong dari NLCR awal tidak dapat digunakan sebagai indikator prognosis luaran pneumonia anak

Keywords